Mengenai Saya

Foto saya
gak bnyk hal yg bs di banggakan dr sy .. tp sy akan selalu berusaha memberi yg terbaik dr kekurangan diri ini .. (^_^)

Kamis, 16 September 2010

KOMUNITAS POLITIK

1.Munculnya Komunitas Politik
Manusia adalah mahluk social dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tumbuh karena hidup dalam lingkungan manusia-manusia. Hal ini membuktikan bahwa betapa besarnya pengaruh masyarakat pada kehidupan dan perilaku manusia. Masyarakat memberikan makna, isi, dan arah bagi kehidupan kita, maka dari itu tanpa masyarakat kita tidak dapat melanjutkan kehidupan. Karena begitu besarnya peran masyarakat dalam kehidupan manusia, perlu mempelajari sifat-sifat dan alasan kelahiran. Syarat-syarat masyarakat adalah :
a.Mereka tinggal dalam wilayah geografis yang sama.
b.Saling berhubungan atau interaksi
c.Memiliki kebudayaan yang sama dan terikat pada kelompok yang sama.
Jadi masyarakat adalah kelompok individu yang saling berinteraksi, tinggal dalam wilayah yang sama, dan memiliki kebudayaan yang sama.

Yang membedakan pengelompokan manusia dengan pengelompokan binatang adalah unsure kebudayaan dan pewarisan kebudayaan. Perbedaan dapat di lihat dari cara-cara mengorganisasikan kelompok individu-individu untuk menghadapi tantangan dari lingkungan. Penanganan masalah yang muncul berkaitan dengan :
a.Kecakapan
b.Kecerdikan
c.Pengalaman
Jadi perbedaan-perbedaan antarmasyarakat sebagai perwujudan dari tahap perkembangan yang berbeda-beda.

Perbedaan cara kedua dengan membuat cirri-ciri kelembagaan dan perilaku masyarakat. Namun penekananya itu pada pola kelembagaan dan perilaku yang tidak rasional karena kerasnya kehidupan pada lingkungannya. Akan tetapi menghasilkan nilai kesetiakawanan yang tinggi, cara pengorganisasian kehidupan . pembagian kerja.

Fungsi dalam masyarakat harus berjalan agar dapat berlangsung terus. Misalnya :
1.fungsi mencari sumber bahan makanan.
2.Selain itu fungsi pengerahan dan pengelolaan tenaga kerja untuk mencari sumber penghidupan.
3.pembagian hasil kerja
4.fungsi penjagaan keamanan agar hasil kerja tidak di rampok

fungsi tersebut harus dijalankan oleh lembaga-lembaga atau sruktur-struktur tertentu. Gunanya untuk mengerahkan dan mengelola tenaga kerja dalam mencari sumber kehidupan. Sruktur terdiri dari pembagian dan penjatahan hasil kerja serta penyelesaian konflik akibat ketidakpuasan, menangani masalah keamanan dari gangguan dalam/luar masyarakat.


2.Negara Dalam Masyarakat Tradisional
Negara merupakan sruktur politik utama untuk mengorganisasikan dalam mengatur kehidupan masyarakat, yang timbul ketika menemukan teknik bercocok tanam. Masih bergantung pada berburu binatang dan bahan makanan dari hutan. Hubungan mereka berdasarkan garis keturunan atau kekerabatan.

Hal yang mempengaruhi masyarakat tanpa negara :
a.Masyarakat terikat oleh hubungan darah dari pihak laki-laki yang paling kuat dan paling tua.
b.Adanya tingkat diferensiasi struktural masyarakat yang rendah yang menjadikan pemerintah bukan yang utama sehingga tidak ada peran politik.Tidak ada kebutuhan untuk melembagakan peran dan fungsi dengan bentuk organisasi khusus.
c.Pengendalian mengandalkan aturan adat dan keagamaan yaitu dengan pengendalian ritual (bukan pengendalian politik)

Pengendalian yang memiliki sanksi adat dan agama tidak mencangkup kesadaran akan penguasa. Pencapaian tujuannya dengan cara mengatasnamakan kekuatan sici yang memaksakan kepatuhan. Pengusaha dipercaya sebagai titisan dewa. Wewenang berdasarkan keabsahan tradisional, kehidupan berdasar pada adat yang turun menurun, pelanggaran adat akan mendatangkan bencana akibat kemurkaan dewa.

Max Weber mengatakan, perkembangan komunitas politik tradisional menunjukan perubahan sistem kekuasaan dai patriarkal ke patrimonial lalu ke sistem feodal.
a.Sistem kekuasaan patriarkal
Pengelompokan masyarakat berujud kesukuan yang punya garis keturunan sama, pemerintahan dipegang oleh laki-laki paling tua, pemerintahan dikerjakan sebagai sambilan, semua urusan diserahkn pada patriarch /pemimpin laki-laki tertua.
b.Sistem kekuasaan patrimonial
Muncul saat kebutuhan akan fungsi-fungsi baru, melakukan diferensiasi kelembagaan yang menghasilkan staf administrasi yang menangani fungsi-fungsi khusus namun tetap pada pengendalian oleh patriarch. Sistem keuasaan ini disebut patrimonialisme.(tidak ada batas milik pribadi penguasa dengan milikumum.
c.Sistem kekuasaan feodal
Terjadi antara raja dengan para pangeran adipatinya. Ada ikatan keetiaan yang bersifat pribadi, hubungan antar keduanya bersifat longgar dan didasar pada rasa tanggung jawab timbal-balik.

Perbedaan negara partrimonial dengan negara feodal yaitu
1.patrimonial
a.yang paling berperan yaitu pejabat birokrasinya
b.penguasa berfungsi sebagai bapak yang bertnggung jawab atas rakyatnya
2. feodal
a. adipati yang berperan sebagai panglima perang.
b. penguasa mendasar pemerintahanya pada kekuasaan militer
c. memandang rendah sistem administrasi / urusan ekonomi



3.Munculnya Negara Modern
Prakondisi bagi modernisasi
Upaya perobakan sistem feodal dari raja yang berambisi sentralisasi kekuasaan. Adanya kelas borjuis dan sentralisasi berhasil menaklukan adipati yang bersifat otonom lalu muncul kerajaan kuat bersifat dinasti. Menuntut adanya fungsi-fungsi baru dan struktur baru untuk mengurus perbendaharaan dan pembiayaan pekerjaan pemerintahan.
Menurut Weber prakondisi yang muncul pada zaman kerajaan dinastik yaitu :
a.Adanya monopoli kekuasaan sebagi pegendalian sosial
b.Adanya monopoli tindakan hukum dan daya paksa yang sah oleh penguasa pusat
c.Adanya staf administrasi rasional yang diciptakan dan dikendalikan oleh penguasa pusat.

Tiga dimensi untuk modernisasi tatacara pengorganisasian kehidupan politik yaitu :
a.Pembinaan bangsa
Rasa kebangsaan dengan penciptaan identitas yang sama
b.Pembinaan negara
Proses pembinaan lembaga-lembaga politik dan pemerintahan dengan pembinaan struktur dan proses pengorganisasian kehidupan politik dan pemerintah.
c.Pembinaan ekonomi
Dengan pembaharuan dalam proses produksi agar dapat mempertahankan dan mutu keberadaannya.

Ciri negara modern menurut Max Weber :
1.Ada tertib hukum yang universal (dikendalikan oleh legislatif)
2.Ada birokrasi karier yang menjalankan urusan berdasar prinsip legal-rasional
3.Negara memiliki wewenang tertinggi atas individu dalam wilayah teritorialnya.
4.Negara punya monopoli atas kekerasan secara sah.

Menurut Weber birokrasi modern meenuhi ciri :
1.Pegawai memegang jabatan melalui aturan formal legal
2.Hubungan diatur atas dasar hak dan kewajiban
3.Di tetapkan dengan peraturan tertulis
4.Pengangkatan pangkat sesuai perjanjian bersifat kontrak
5.Pegawai diangkat berdasarkan pendidikan dan pengalaman
6.Ada skala pembayaran gaji yang tertap
7.Pegawai tidak boleh pamrih atas pekerjaan
8.Memperhatikan tanggung jawab administratifnya.

Kondisi munculnya birokrasi modern menurut Weber yaitu :
1.Muncul ekonomi uang
2.Berkembangnya staf administratif
3.Kenggulan adminisrtatif birokratik ata penyelenggaraan urusan negara.

Memberi imbalan pada pegawai tidak dalam bentuk gaji yaitu dengan cara :
1.Memberikan hak menguasai tanah yang luas agar ia dapat menarik keuntungan dalam bentuk hasil tanaman. Birokrasi modern hanya bisa jalan kalau pemerintah pusat punya penghasilan tetap dan mengendalikan penggunaannya.
2.Berkembangnya staf administrasi rasional yang bisa diandalkan yang dibentuk oleh dinamika kekusaan dan teknologi.



NB : UNTUK TMN2 YG MAO COPY INI TOLONG TINGGALKAN PESAN OR SARAN YACHHH ( MASUKAN OR KRITIKAN ) .... MKC ... (^_^)

1 komentar:

  1. Wahh alhamduliLlah,, terima kasih banyak ilmunya.. Saya minta ijin utk copy-paste ya Kak, terima kasih banyak :)

    BalasHapus